detikfood
Senin, 27/02/2012 10:49 WIB

Miitem yang Tidak Bikin Gigi Hitam

Bondan Winarno - detikFood
Flavor
  • Pandan Pasta
  • Orange Crush Pasta
  • Nanas Pasta
Makanan Ringan, Bakery dan Bahan Roti
Susu, Keju dan Es Krim
thumbnail Foto: Bondan Winarno
Mi kok hitam? Justru inilah yang menjadi signature dish dari resto ini. Pertama kali hadir di FoodFest Kemang, miitem kini hadir lebih mantap di dua tempat yang lebih mapan: Plaza Indonesia dan Citywalk Sudirman (021 96491824). Dengan kepindahannya – yang tentu saja juga mengubah profil pelanggannya – miitem meluaskan menunya di luar mi, khususnya pizza dan sandwich. Maklum, resto ini memang offspring dari Vineth Bakery.

Hitamnya mi di miitem adalah merupakan infusion dari tinta cumi. Sangat boleh jadi ini terinspirasi oleh tradisi Italia dengan hidangan populer: spaghetti al nero di seppie – yaitu spaghetti yang dimasak dengan bawang putih dan tinta cumi. Bila makan spaghetti yang lezat ini, langsung saja bibir, gigi, dan lidah kita menjadi hitam legam.

Di miitem, tinta cuminya "dimasukkan" ke dalam mi pada saat pembuatannya. Adonan bahan mi dicampur dengan tinta hitam cumi. Dengan cara ini, kita mendapatkan mi dengan citarasa (flavor) tinta cumi, tetapi gigi kita tidak menjadi hitam olehnya.

Favorit saya di sini adalah miitem aglio olio (Rp 35 ribu), yaitu mi hitam yang dimasak seperti tradisi pasta, yaitu dengan minyak zaitun dan bawang putih. Sajian sederhana ini memang bisa membuai bila dimasak dengan tepat. Bukan saja dari tingkat kekenyalan mi-nya yang harus al dente, melainkan juga komposisi bumbu-bumbu minimalisnya.

Favorit saya yang lain adalah mi hitam yang dimasak dengan fermented prawn (cincalok). Citarasanya sangat unik. Rujak krupuknya juga istimewa. Penamaan ini sangat unik. Ternyata yang dimaksud adalah mi hitam yang digoreng kering seperti halnya ifumi atau mi titi.

Dalam kunjungan terakhir ke sana, saya mencoba mi hitam yang disajikan seperti tempura udon. Mi-nya tetap mi hitam kukus, di-topping dengan tempura udang, dengan kuah shoyu yang disajikan dalam mangkuk kecil terpisah (Rp 45 ribu). Penyajian yang sangat menarik, sekaligus juga mak nyuss!

Produk "tinta cumi" lainnya juga hadir dalam bentuk pangsit hitam dan nasi goreng hitam yang mengingatkan saya pada nasi liwet khas Kuba, atau juga risotto al nero. Perlu dicoba bila Anda memang menyukai kuliner unik.Next

(dev/dev)

Halaman 1 2

Baca Juga
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Must Read close