detikfood
Rabu, 25/04/2012 11:47 WIB

Asparagus Impor Rugikan Petani di Amerika

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Minuman dan Bahan Minuman
  • Kopi Gula Creamer (3in1)
  • Kopi Plus Gula (2 in 1)
  • Bluestar
Rumah Potong Hewan
Makanan Ringan, Bakery dan Bahan Roti
thumbnail Foto: therepublic.com
Sayuran berwarna hijau dan putih ini kaya nutrisi. Sejak 3000 tahun lalu sudah dikonsumsi sebagai tanaman obat. Sayuran yang telah dibudidayakan secara meluas ini di Amerika ini sempat mengalami penurunan.

Asparagus banyak ditanam di Eropa, Afrika Utara dan Asia. Tanaman yang termasuk kedalam keluarga lily ini dapat memperbaiki kerja ginjal. Kandungan asam foliknya dapat mengurangi resiko cacat lahir dan mencegah penyakit jantung. Selain itu, kandungan potassium dan vitamin C juga sangat baik untuk tubuh.

Selama puluhan tahun para petani asparagus merugi, karena di Amerika bagian selatan banyak yang mengonsumsi asparagus impor. Meskipun produksi asparagus impor mulai diperluas, dan harga jualnya juga tinggi. Kini permintaan akan sayuran ini semakin banyak, dan telah dibantu oleh para petani.

Konsumsi asparagus di Amerika masih sedikit dan hanya meningkat sepertiga dari 25 tahun yang lalu. Sejak tahun 1991 sayuran ini dibebaskan dari pajak, untuk membantu negara-negara agar dapat menikmati sayuran bernutrisi tinggi ini secara segar.

Jumlah permintaan sayuran ini sempat menurun hingga 100 juta kg per tahun di tahun 2010. Kini para petani sedang kembali bangkit, untuk melakukan pembibitan asparagus. “Harga ayang baik disesuaikan dengan jumlah permintaan, dan kami tidak bisa mnyebutkan harga untuk saat ini,” ungkap Bill Middleton, petani asparagus di Columbia.

Meskipun sempat menghentikan penanaman asparagus, kini petani di Washington telah menambah ladangnya. Pemerintah juga berharap mereka bisa menanam asparagus diladang seluas 6000 hektar.

Sedangkan petani di California, biasa menanam asparagus saat pertengahan Maret hingga bulan Juni. "Setelah panen mereka akan menanam tanaman barunya, meskipun tidak ada perluasan ladang," ujar Cheria Watte Angulo, direktur California Asparagus Commission.

Petani juga berharap dengan adanya varietas baru, mereka percaya akan menanam asparagus dalam jumlah yang lebih banyak. Saat ini juga sudah direncanakan akan menambah lagi bibit asparagus yang siap ditanam dan dipanen.
(odi/dyh)


 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).